Menu Utama

SMS Biasa Tak Bisa Potong Pulsa Otomatis

| Info

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkap jaringan penipu SMS dan telepon. Sebanyak 6 tersangka yang juga narapidana LP Tanjung Gusta ditangkap.

JAKARTA, KOMPAS.com — Maraknya laporan soal penipuan lewat SMS yang bisa memotong pulsa pelanggan secara otomatis mendapat tanggapan dari operator. Sebagian informasi yang beredar selama ini, baik di internet maupun sejumlah media massa, dinilai salah sehingga bisa menyesatkan.

Salah satu yang dibantah operator adalah informasi SMS sedot pulsa yang beredar di forum online dan jejaring sosial di internet. Beberapa hari terakhir, beredar imbauan di antara pengguna telepon seluler agar pelanggan tidak menanggapi SMS yang meminta transfer ke nomor rekening tertentu atau mengisi pulsa ke nomor tertentu. Alasannya, jika membalasnya saja, pulsa akan otomatis terpotong Rp 2.000.

“Yang namanya nomor panjang enggak mungkin bisa nge-charge premium,” kata Febriati Nadira, Head of Corporate Communication PT XL Axiata Tbk di Jakarta, Selasa (4/10/2011). Ia mengatakan, layanan yang bisa memotong pulsa hingga Rp 2.000 hanyalah layanan SMS premium yang menggunakan kode pendek empat nomor.

SMS yang dikirimkan lewat nomor biasa kemungkinan disebarkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab menggunakan ponsel atau modem dengan tujuan mengelabui korban secara acak. Namun, SMS semacam itu tidak bisa memungut pulsa pelanggan.

Selain model SMS yang berisi permintaan transfer ke rekening tertentu, jenis usaha penipuan sejenis juga dilakukan lewat model ini sebelumnya. Misalnya SMS yang berisi pesan “mama minta pulsa“. Tujuannya mengelabui penerima SMS yang lengah sehingga secara sukarela memenuhi permintaannya.

Sementara itu, SMS yang bisa memungut pulsa pelanggan adalah jenis SMS premium. Untuk bisa melakukannya pun, penyedia layanan atau content provider harus bekerja sama dengan operator seluler. Semua aktivitas penerimaan dan pengiriman SMS dari layanan ke pelanggan hanya bisa dilakukan melalui SMS gateway di operator.

Operator hanya akan mengirimkan SMS konten ke nomor yang telah melakukan registrasi. Pelanggan yang belum pernah melakukan registrasi terhadap layanan konten tertentu tidak mungkin secara otomatis mendapat kiriman SMS konten yang dikirim penyedia layanan.

Jadi, bagaimana kalau ada konsumen yang mendapat kiriman SMS berbayar tanpa pernah merasa melakukan registrasi? Diduga, pelanggan tergiur dengan iming-iming promosi yang sempat disampaikan.

Diakui bahwa beberapa penyedia layanan sempat mengirimkan pesan promosi yang ambigu sehingga diprotes karena sering menjebak pelanggan. Misalnya, salah satu pesan dari dari nomor 27672 berisi “Xpressive SMS Bonus. Kamu terpilih buat dptin UANG 3 JUTA, BB ONYX & Pulsa 50rb! Hub *123*2767# utk ambil kesempatanmu skrg! GRATIS WALLPAPER Romantis! 5rb/bln“. Sekali pelanggan mengetik nomor yang diterakan, ia berarti melakuan registrasi dan akan dikirimi konten secara rutin dengan tarif premium.

Namun, Ira mengatakan, promosi tersebut telah dicabut. XL telah merevisi proses pengiriman pesan promosi konten dengan ketentuan lebih ketat. Setiap pesan promosi harus menyertakan kata “Anda mendapat kesempatan” dan “untuk join/gabung” agar tidak menimbulkan kebingungan.

Nah, apabila terlanjur “termakan” promosi dan tanpa sadar melakukan registrasi, konsumen sebenarnya bisa mengecek setiap saat. Untuk pelanggan XL, tersedia beberapa saluran mengecak layanan apa saja yang digunakan setiap konsumen. Bisa lewat UMB dengan mengirim *123*572#, hubungi customer service di nomor 817, mendatangi XL Center, mengirimkan e-mail ke pelayanan konsumen, atau tanyakan lewat Twitter dan Facebook @XL123.

Ira menilai bahwa polemik SMS premium dan penipuan lewat SMS harus dibedakan. Memang diperlukan edukasi terus-menerus kepada pelanggan agar peduli dengan jenis-jenis layanan seluler dan aturan mainnya. 

View the original article here

Related For SMS Biasa Tak Bisa Potong Pulsa Otomatis