Menu Utama

Korban Sedot Pulsa Takut Melapor ke Polisi

| Info

JAKARTA – Sebanyak 2.500 aduan masyarakat yang menjadi korban sedot pulsa selama posko keliling dan Costumer Cervice dibuka, data ini dikemukan oleh Lingkar Studi Mahasiswa (Lisuma). Korbannya sendiri bukan hanya dari Jakarta melainkan dari luar kota.

Menurut Ketua Umum LISUMA, Al-Akbar Rahmadillah mayoritas dari korban takut untuk melapor ke kepolisian, dikarenakan mereka tidak mau seperti Feri Kuntoro yang telah dilaporkan balik oleh Content Provider yang terjerat UU ITE.

” Saya yakinkan kepada korban untuk berani melaporkan kasus sedot pulsa ini ke polisi, dari LISUMA juga sudah menyiapkan kuasa hukum untuk membela para korban,” ucapnya di Polda Metro Jaya, Jum’at petang.

Akbar menambahkan, dari 2.500 korban tersebut yang sudah terverifikasi kemudian muncul tiga operator besar yang paling banyak dikeluhkan oleh korban dan akan membuat laporan ke Bareskrim Mabes Polri apabila dari Polda Metro tidak segera memproses cepatnya laporan para korban.

” Kami dari LISUMA berjanji untuk melapor ke Mabes, pasalnya korbannya bukan hanya di Jakarta apalagi ini sudah menjadi isu nasional,” tandasnya

Menurut Akbar, BRTI belum begitu bekerja secara maksimal dalam mengawasi operator dan content provider di Indonesia. LISUMA mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah untuk membatasi semakin banyaknya jumlah korban sedot pulsa. Selain itu juga, penegak hukum segera menetapkan tersangka dalam kasus ini. (tyo)

View the original article here

Related For Korban Sedot Pulsa Takut Melapor ke Polisi